Anggota KBK 1. Prof. Dr. drh. I Ketut Berata, M.Si. [ Scopus ] [ Google Scholar ] 2. Prof. Dr. drh. Ida Bagus Oka Winaya, M.Kes. [ Scopus ] [ Google Scholar ] 3. Dr. drh. Ida Bagus Made Oka, M.Kes. [ Scopus ] [ Google Scholar ] 4. drh. Palagan Senopati Sewoyo, S.KH., M.Si. [ Scopus ] [ Google Scholar ] Fokus KBK Kelompok bidang keahlian patologi anatomi veteriner memfokuskan penelitian pada kajian perubahan struktur dan lesi jaringan akibat penyakit infeksius dan non-infeksius pada hewan melalui pendekatan patologi anatomi, histopatologi, imunohistokimia guna mendukung diagnosis, prognosis, dan pemahaman patogenesis penyakit. Visi Menjadi pusat unggulan penelitian patologi anatomi veteriner yang inovatif dan terpercaya dalam diagnosis, prognosis, pemahaman patogenesis penyakit pada hewan berbasis pendekatan histopatologi, imunohistokimia, dan analisis citra digital serta pengembangan terapi berbasis bahan alam menggunakan hewan model. Misi Melakukan penelitian diag...
Hewan karnivora sejati. Makan daging melulu, tapi kenapa tidak mengalami penyakit jantung, stroke, ataupun atherosclerosis?
Nampaknya ketika kita mendengar kolesterol, seperti mendengar sesuatu yang berbahaya. “Wah, jangan makan itu, banyak kolesterolnya tuh!”, ungkapan tersebut sering kita dengar, entah dari teman atau orang tua. Pada manusia, kolesterol diidentikkan dengan penyakit-penyakit seperti serangan jantung, stroke, ataupun atherosclerosis . Kolesterol sebenarnya memiliki manfaat untuk tubuh. Ketika di dalam sel, kolesterol memiliki berbagai peranan bergantung pada jenis sel. Kolesterol dapat dimanfaatkan untuk sintesis membran sel, produksi hormon, sintesis asam empedu, dan proses seluler esensial lainnya. Kolesterol adalah molekul prekursor yang krusial bagi biosintesis hormon pada tubuh, salah satunya adalah hormon steroid yang prekursor primernya adalah kolesterol.