Infeksius keratokonjungtivitis ditandai dengan blepharospasme (mata berkedip tidak terkendali), peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis), lakrimasi, dan variasi derajat kekeruhan ( opacity ) dari kornea dan ulserasi. Kejadian ini diakibatkan oleh infeksi bakteri (Chlamydia, Mycoplasma, Colesiata Conjunctivae, Acholeplasma oculi, dsb) maupun parasit (Habronema). Penyakit ini umumnya bersifat akut, karena penyebarannya sangat cepat. Pada semua spesies, hewan muda cenderung sering terdampak (secara frekuensi), namun hewan segala umur rentan terhadap penyakit ini. Satu atau kedua mata dapat terpengaruh. Gambar: Nampak leleran okuler ( Ocular Discharge ) mukopurulen. (Dokumentasi Pribadi) Gambar: Terlihat terjadi epifora dan peningkatan kekeruhan dari kornea (Dokumentasi Pribadi) Gejala klinis awal adalah terjadinya photopobia, blepharospasme, dan epifora (produksi air mata berlebihan). Setelah itu leleran okuler akan menjadi mukopur...
Catatan Dokter Hewan